Ayah, ini aku putri kecilmu
Yang pernah kau angkat saat jatuh
Yang pernah kau peluk saat menangis rapuh
Yang pernah kau iringi langkahnya tanpa keluh
Ayah, ini aku putri kecilmu
Yang kini mulai berani tumbuh
Yang kini mulai mengejar mimpinya dengan sungguh
Yang kini mulai tangguh meski terkadang rapuh
Ayah, ini aku
Aku yang menunggu pulangmu disetiap malam yang indah itu
Aku yang menunggu ajakmu pergi kala malam minggu
Aku yang selalu menunggumu dibalik pintu
Ayah, ini aku
Aku yang ingin menyampaikan rindu untukmu
Rindu akan aroma tubuhmu yang seharum bunga
Rindu akan nafasmu yang semerdu alunan nada
Rindu akan sorot matamu yang seteduh swastamita
Rindu akan tawamu yang secerah arunika
Lewat aksara yang mungkin tak akan pernah bisa kau baca
Lewat sang bayu yang mungkin tak sanggup lagi menyampaikan rasa
Aku, putri kecilmu ini ingin meberitahumu tentang rindu
Rindu yang membuatku rapuh
Tapi juga mampu membuatku kukuh
Dibalik pelupuk berbinar yang tak pernah lagi kau tatap
Dibalik senyum merekah yang mungkin tak pernah lagi sedihnya terucap
Kusampaikan rindu yang telah kusimpan dengan rapat
Dan kuharap saat kita tak lagi aksa nanti kau akan ingat
Ayah, ini masih tetap aku
Putri kecilmu