Wednesday, March 2, 2022

Putri Kecilmu

Ayah, ini aku putri kecilmu

Yang pernah kau angkat saat jatuh

Yang pernah kau peluk saat menangis rapuh

Yang pernah kau iringi langkahnya tanpa keluh


Ayah, ini aku putri kecilmu

Yang kini mulai berani tumbuh

Yang kini mulai mengejar mimpinya dengan sungguh

Yang kini mulai tangguh meski terkadang rapuh


Ayah, ini aku

Aku yang menunggu pulangmu disetiap malam yang indah itu

Aku yang menunggu ajakmu pergi kala malam minggu

Aku yang selalu menunggumu dibalik pintu


Ayah, ini aku

Aku yang ingin menyampaikan rindu untukmu

Rindu akan aroma tubuhmu yang seharum bunga

Rindu akan nafasmu yang semerdu alunan nada

Rindu akan sorot matamu yang seteduh swastamita

Rindu akan tawamu yang secerah arunika


Lewat aksara yang mungkin tak akan pernah bisa kau baca

Lewat sang bayu yang mungkin tak sanggup lagi menyampaikan rasa

Aku, putri kecilmu ini ingin meberitahumu tentang rindu

Rindu yang membuatku rapuh

Tapi juga mampu membuatku kukuh


Dibalik pelupuk berbinar yang tak pernah lagi kau tatap

Dibalik senyum merekah yang mungkin tak pernah lagi sedihnya terucap

Kusampaikan rindu yang telah kusimpan dengan rapat

Dan kuharap saat kita tak lagi aksa nanti kau akan ingat

Ayah, ini masih tetap aku

Putri kecilmu

11 comments:

Abirawa

Jika hadirku bagimu hanya ragu Untuk apa menunggumu jadi candu Jika hadirku bagimu hanya nafsu Untuk apa kasihku jadi rindu Sudah kubuat bai...